Majalah

Kacang apa yang paling tinggi proteinnya?

Kedelai umumnya menjadi pilihan dengan protein tertinggi di antara jenis kacang yang umum dikonsumsi, tetapi cara mengolah dan ukuran porsi dapat mengubah angka yang kamu catat. Berikut perbandingan beberapa jenis yang umum dan cara memilih dengan adil untuk makananmu.

Jawaban singkat

Kedelai matang umumnya mengandung lebih banyak protein daripada jenis kacang lain yang umum dikonsumsi dengan berat yang sama. Kacang lupin juga bisa sangat kaya protein, meski jumlahnya bervariasi antara kacang yang dimasak tanpa tambahan dan produk olahan. Agar pencatatan akurat, gunakan label atau data basis pangan yang sesuai dengan bentuk yang kamu makan.

Di antara pilihan sehari-hari, kacang putih, kacang hitam, kacang merah dan kacang pinto memiliki kandungan protein yang cukup berdekatan. Tidak ada yang selalu menjadi pilihan terbaik karena jenis, cara memasak dan penyerapan air berbeda-beda. Biasanya, memilih berdasarkan hidangan lebih masuk akal daripada mengejar selisih kecil di antara jenis-jenis tersebut.

  • Kedelai: biasanya kacang umum dengan protein tertinggi
  • Kacang lupin: pilihan lain yang terkenal kaya protein
  • Kacang putih, hitam, merah dan pinto: pilihan sehari-hari dengan kandungan yang kurang lebih serupa
  • Kacang arab: sumber protein yang baik, meski sering kali kandungannya di bawah kedelai matang

Bandingkan dengan kondisi yang sama

Kacang kering dan kacang matang tidak bisa dibandingkan langsung berdasarkan berat. Saat direndam dan dimasak, kacang menyerap air sehingga nutrisinya tersebar dalam porsi yang lebih berat. Karena itu, data untuk kacang kering tampak jauh lebih pekat, padahal kacang biasanya dimakan setelah dimasak.

Kacang kalengan yang sudah ditiriskan juga bisa berbeda dari kacang yang ditimbang bersama cairannya. Hal yang sama berlaku untuk kacang bersaus, karena berat yang dicatat mencakup bahan selain kacang. Saat membandingkan jenis, gunakan kondisi yang sama, misalnya matang dan ditiriskan per 100 gram.

  • Periksa apakah data mencantumkan kondisi kering, matang, ditiriskan atau belum ditiriskan
  • Bandingkan kacang polos dengan kacang polos, bukan kacang bersaus
  • Gunakan dasar porsi yang sama untuk setiap perbandingan
  • Utamakan label kemasan atau kaleng jika sesuai dengan yang kamu makan

Peringkat jenis kacang yang umum dalam praktik

Kedelai menempati kelompok teratas dengan paling jelas karena kandungan protein dan lemaknya lebih tinggi daripada kebanyakan jenis kacang yang umum dikenal. Kacang lupin juga termasuk yang teratas, tetapi produk olahannya mungkin mengandung tambahan garam atau bahan lain. Tekstur dan rasanya berbeda dari kacang merah, hitam atau pinto, jadi tidak selalu bisa saling menggantikan langsung.

Kacang putih, hitam, merah dan pinto berada dalam kelompok tengah yang rentangnya cukup luas. Kacang arab sering kali berada dalam kisaran umum yang serupa, meski posisi pastinya bergantung pada sumber data dan cara pengolahan. Buncis hijau jauh lebih rendah karena dimakan sebagai polong segar dan mengandung jauh lebih banyak air daripada kacang kering yang sudah tua.

  • Untuk protein tertinggi: kedelai atau kacang lupin
  • Untuk sup dan semur: kacang putih, merah, hitam atau pinto
  • Untuk salad dan hidangan yang diblender: kacang arab atau kacang putih
  • Untuk lauk sayuran, bukan polong-polongan pekat: buncis hijau

Buat hidangan kacang yang lebih tinggi protein

Jenis kacang berpengaruh, tetapi jumlahnya dalam hidangan juga penting. Sesendok kecil kedelai mungkin memberi lebih sedikit protein secara keseluruhan daripada porsi besar jenis lain. Catat porsi yang benar-benar kamu makan, bukan hanya menilai hidangan dari peringkat jenis kacangnya.

Kacang juga bisa dipadukan dengan makanan lain yang mengandung protein. Serealia, biji-bijian, telur, produk susu, ikan atau daging dapat menyumbang protein, sesuai preferensimu. Jika kacang menjadi bahan utama, jadikan porsinya cukup banyak dalam hidangan, bukan sekadar taburan.

  • Tambahkan kacang dalam jumlah banyak ke sup, semur dan salad
  • Ganti sebagian isian rendah protein dengan kacang
  • Campurkan kacang ke dalam hidangan nasi, bulgur atau pasta gandum utuh
  • Pilih kacang polos agar lebih mudah dicatat
  • Catat setiap bahan utama dalam seluruh hidangan

Catat data yang sesuai dengan hidanganmu

Basis data pangan dapat menampilkan beberapa angka untuk jenis kacang yang sama karena setiap data merujuk pada produk yang berbeda. Periksa jenis kacang, kondisi setelah dimasak dan apakah sudah ditiriskan sebelum memilih data. Jika kamu memasak kacang kering, catat jumlah kering sebelum dimasak atau timbang seluruh hasil masakan lalu bagi secara konsisten ke setiap porsi.

Untuk kacang kalengan atau kemasan, label nutrisi biasanya paling sesuai dengan produk tersebut. Jika label mencantumkan nilai untuk kacang yang sudah ditiriskan, gunakan porsi yang sudah ditiriskan sebagai dasar pencatatan. Catat saus, minyak dan dressing secara terpisah, kecuali sudah termasuk dalam informasi produk.

  • Catat jenis kacang yang tepat
  • Pilih data yang sesuai dengan kondisi matang atau kering
  • Perhatikan apakah beratnya sudah ditiriskan
  • Bagi hasil masakan rumahan dengan cara yang sama setiap kali
  • Catat saus, minyak dan topping tambahan

Protein bukan satu-satunya alasan untuk memilih kacang

Kebanyakan kacang yang sudah tua juga mengandung serat dan karbohidrat, sedangkan kedelai mengandung lebih banyak lemak daripada banyak jenis lainnya. Perbedaan ini memengaruhi energi total dan tekstur hidangan, selain kandungan proteinnya. Jadi, pilihan terbaik bisa bergantung pada bahan lain yang sudah ada di piringmu.

Variasi jenis kacang dapat membuat pencatatan dan perencanaan makanan lebih praktis. Kacang merah cocok untuk hidangan mirip chili, kacang hitam pas untuk rice bowl dan isian, sedangkan kacang putih mudah dicampurkan ke dalam sup dan saus. Memilih kacang yang kamu sukai dan akan kamu gunakan dalam porsi yang mengenyangkan sering kali lebih penting daripada selisih kecil kandungan proteinnya.

  • Pertimbangkan serat dan energi total selain protein
  • Pilih tekstur yang cocok untuk hidangan
  • Periksa tambahan garam, gula dan lemak dalam produk olahan
  • Ganti-ganti jenis kacang agar hidangan lebih bervariasi

Baca juga di majalah kami