Majalah

Cara Memasak Chuck Roast dengan Oven Roaster

Oven roaster mengalirkan panas stabil ke chuck roast, memberi waktu agar potongan yang alot menjadi empuk. Sedikit persiapan dan termometer daging membuat prosesnya lebih mudah dikendalikan.

Siapkan daging dan oven roaster

Periksa petunjuk oven roaster karena pengaturan dan saran pemanasan awal berbeda-beda menurut model. Panaskan oven hingga sekitar 150°C, lalu pasang loyang pemanggang dan rak pada posisi yang benar. Tepuk-tepuk chuck roast hingga kering, lalu bumbui dengan garam, lada, serta rempah atau bumbu apa pun yang kamu suka.

Mencokelatkan daging terlebih dahulu di wajan bersifat opsional, tetapi dapat memberikan warna dan rasa yang lebih kuat. Letakkan daging di atas rak, dengan lapisan lemak yang lebih tebal menghadap ke atas. Tambahkan sedikit air atau kaldu di bawahnya jika kamu ingin mendapatkan cairan masakan, tanpa merendam daging.

Masak perlahan

Tutup oven roaster dan sebisa mungkin jangan membuka tutupnya, karena panas akan keluar saat tutup diangkat. Chuck menjadi empuk melalui proses memasak perlahan, bukan dengan panas tinggi. Waktu memasak yang tepat bergantung pada ukuran dan bentuk daging, suhu awalnya, serta alat yang digunakan.

Periksa bagian tengah daging dengan termometer daging, hindari kantong lemak yang besar dan tulang. Ikuti panduan keamanan pangan setempat untuk daging sapi matang, lalu lanjutkan memasak sampai garpu mudah ditusukkan dan daging bisa disuwir dengan sedikit tenaga. Jika daging masih terasa keras, tutup kembali dan masak lebih lama.

Diamkan dan sajikan

Pindahkan daging ke talenan atau piring hangat, lalu diamkan sebelum dipotong. Mendiamkan daging membantu panas merata dan membuat daging menahan lebih banyak sarinya. Tutup longgar agar permukaannya tidak terlalu cepat dingin.

Iris melawan arah serat agar potongannya rapi, atau suwir daging jika sudah sangat empuk. Kamu bisa menyiramkan sedikit cairan masakan di atasnya, atau mendinginkan cairan tersebut terlebih dahulu lalu membuang lemak yang mengeras. Sayuran bisa dimasak bersama daging, tetapi masukkan sesuai dengan seberapa cepat sayuran itu melunak.

Catat porsi dengan akurat

Agar lebih mudah melacak asupan, catat berat daging sebelum dimasak dan perhatikan apakah entri di basis data makananmu mencakup lemak yang terlihat. Setelah matang, timbang daging yang bisa dimakan dan akan kamu sajikan, lalu bagi menjadi beberapa porsi. Berat setelah dimasak akan lebih rendah karena air dan sebagian lemak telah keluar dari daging.

Jika kamu mengonsumsi cairan masakan atau lemak yang meleleh, masukkan juga ke catatanmu, alih-alih menganggapnya sebagai sisa. Jika semuanya tertinggal di loyang, jangan otomatis menghitung seluruh kalorinya sebagai bagian dari daging yang kamu makan. Cara yang paling praktis adalah membuat resep dari bahan-bahan yang digunakan, memasukkan berat akhir daging matang yang bisa dimakan, lalu mencatat porsi berdasarkan beratnya.

Baca juga di majalah kami