Majalah

Berapa Banyak Langkah per Hari yang Bisa Mendukung Penurunan Berat Badan?

Berjalan setiap hari dapat meningkatkan energi yang kamu gunakan, tetapi tidak ada jumlah langkah universal yang menjamin penurunan berat badan. Panduan ini menjelaskan cara memilih target yang realistis, meningkatkannya secara bertahap, dan memadukannya dengan pencatatan makanan.

Tidak ada jumlah langkah harian yang ajaib

Jumlah langkah yang tepat berbeda-beda pada setiap orang. Aktivitasmu sehari-hari, kecepatan berjalan, ukuran tubuh, waktu yang tersedia, dan asupan makanan semuanya memengaruhi perubahan berat badan. Target yang menantang bagi seseorang mungkin merupakan gerakan harian biasa bagi orang lain.

Penurunan berat badan umumnya mengharuskan kamu menggunakan lebih banyak energi daripada yang kamu konsumsi dalam jangka waktu tertentu. Berjalan dapat membantu dengan meningkatkan gerakan harian, tetapi jumlah langkah tidak menunjukkan keseluruhan keseimbangan energi. Jumlah itu juga tidak memperhitungkan tanjakan, kecepatan, beban yang dibawa, atau bentuk aktivitas lainnya.

  • Jadikan target jumlah langkah yang umum sebagai patokan, bukan aturan.
  • Mulailah dari aktivitasmu saat ini, bukan meniru jumlah langkah orang lain.
  • Perhatikan rutinitasmu secara keseluruhan, termasuk makanan, tidur, dan aktivitas lainnya.
  • Perkirakan bahwa target yang bermanfaat bagimu dapat berubah seiring perubahan rutinitas.

Temukan titik awalmu

Sebelum menetapkan target yang lebih tinggi, lihat jumlah langkah harianmu yang biasa selama beberapa hari yang mewakili rutinitasmu. Sertakan hari kerja, hari yang lebih santai, dan akhir pekan jika rutinitasmu berbeda-beda. Dengan begitu, kamu mendapat patokan pribadi, bukan angka sembarangan.

Setelah mengetahui patokanmu, pilih peningkatan yang terasa mudah dijalani. Penambahan yang tepat bergantung pada kebugaran, jadwal, dan respons tubuhmu. Peningkatan bertahap sering kali lebih mudah dipertahankan daripada kenaikan mendadak.

  • Perhatikan hari-hari yang secara alami membuatmu lebih banyak berjalan.
  • Kenali waktu-waktu panjang saat kamu biasanya duduk.
  • Bedakan hari biasa dari hari yang aktivitasnya jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya.
  • Pilih target awal yang sesuai dengan rutinitasmu saat ini.

Tambahkan lebih banyak aktivitas berjalan dalam keseharian

Langkah tambahan tidak harus berasal dari satu kali jalan kaki yang panjang. Berjalan sebentar-sebentar sepanjang hari mungkin lebih mudah disesuaikan dengan pekerjaan, waktu makan, dan kesibukan lainnya. Semua itu tetap menambah gerakan harianmu.

Jadikan berjalan sebagai bagian dari rutinitas dengan mengaitkannya pada kegiatan yang sudah biasa kamu lakukan. Kamu bisa berjalan setelah makan, memilih rute yang lebih panjang, atau bergerak saat istirahat. Pilih cara yang cukup praktis untuk dilakukan secara rutin.

  • Jalani sebagian rute yang biasa kamu tempuh.
  • Berjalanlah sebentar saat istirahat kerja.
  • Gunakan tangga jika terasa nyaman dan praktis.
  • Berjalanlah sambil berbincang langsung dengan seseorang.
  • Tambahkan satu putaran mengelilingi blok sebelum masuk ke dalam.

Perhatikan kecepatan dan medan, selain jumlah langkah

Tidak semua langkah membutuhkan usaha yang sama. Jalan cepat, jalan menanjak, dan naik tangga biasanya membutuhkan lebih banyak energi daripada berjalan pelan di permukaan datar. Artinya, dua hari dengan jumlah langkah yang sama bisa terasa sangat berbeda.

Kamu tidak perlu membuat setiap sesi jalan kaki lebih berat. Memadukan jalan kaki santai dengan beberapa sesi yang lebih terarah mungkin lebih mudah dipertahankan. Tingkatkan satu aspek setiap kali, misalnya durasi, kecepatan, atau tanjakan, alih-alih mengubah semuanya sekaligus.

  • Jalani sebagian sesi jalan kaki dengan santai untuk menambah gerakan sehari-hari.
  • Tambahkan bagian jalan cepat jika terasa sanggup.
  • Pilih tanjakan landai untuk menambah usaha.
  • Perlambat langkah saat lelah atau ketika permukaan jalan tidak rata.

Hubungkan langkahmu dengan catatan makanan

Karena kamu sudah mencatat makanan yang dikonsumsi, bandingkan pola berjalanmu dengan catatan makanan dari waktu ke waktu. Cari kecenderungan umum, bukan mencoba mencocokkan setiap makanan dengan jalan kaki tertentu. Berat badan harian dan nafsu makan bisa berubah karena alasan yang tidak terlihat dari jumlah langkah saja.

Berjalan dapat memengaruhi rasa lapar, tetapi dampaknya berbeda pada setiap orang. Jangan berasumsi bahwa jumlah langkah yang lebih tinggi otomatis mengimbangi makanan tambahan. Usahakan untuk mencatat porsi, minuman, camilan, dan bahan masakan secara konsisten.

  • Tinjau asupan makanan dan aktivitas selama beberapa hari biasa berturut-turut.
  • Catat apakah jalan kaki yang lebih lama memengaruhi nafsu makan atau waktu makanmu.
  • Pertahankan porsi saat mencoba rutinitas berjalan yang baru.
  • Jangan otomatis menambah makanan hanya karena kamu berjalan lebih banyak.

Sesuaikan target dengan apa yang bisa kamu pertahankan

Target langkah yang bermanfaat adalah target yang bisa kamu ulangi tanpa menguasai seluruh harimu. Jika target itu sering membuatmu sangat lelah atau terus-terusan tidak tercapai, kurangi lalu tingkatkan kembali dengan lebih bertahap. Konsistensi lebih penting daripada sesekali mencapai angka yang sedang populer.

Tinjau kemajuanmu setelah menjalani rutinitas ini selama beberapa waktu. Jika tren berat badanmu tidak bergerak ke arah yang kamu inginkan, periksa catatan makanan dan pola aktivitasmu sebelum melakukan penyesuaian kecil. Jumlah langkah yang kamu butuhkan tetap bergantung pada dirimu, jadi anggap target sebagai alat yang fleksibel, bukan jaminan.

  • Pertahankan target cukup lama agar kamu bisa menilai rutinitasmu.
  • Tingkatkan secara bertahap saat tingkat saat ini terasa nyaman.
  • Turunkan target jika pemulihan atau pengaturan jadwal menjadi sulit.
  • Tinjau aktivitas berjalan dan asupan makanan secara bersamaan.
  • Utamakan rutinitas yang bisa kamu pertahankan.

Baca juga di majalah kami