Informasi gizi

Per 100 g% AKG
  • Kalori 253 kcal —
  • Protein 3,3 g 7%
  • Karbohidrat 50 g 18%
  • Lemak 0,7 g 1%
  • Serat 23 g 83%
  • Gula 49 g —

Kalori per porsi

PorsiBeratKaloriProteinKarboLemak
100 g100 g2533,3 g50 g0,7 g
50 g50 g1271,7 g25 g0,4 g
150 g150 g3805 g75 g1,1 g
200 g200 g5066,6 g100 g1,4 g
250 g250 g6338,3 g125 g1,8 g

Pertanyaan tentang Carob

Apa itu buah karob?

Karob adalah polong dari pohon Ceratonia siliqua, bukan kacang. Daging polongnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung karob; bijinya yang keras dapat diolah menjadi gom kacang lokus.

Bagaimana cara memakan buah karob?

Polong karob kering biasanya keras dan berserat, jadi lebih mudah dinikmati setelah dagingnya dipisahkan dari biji lalu direndam atau direbus hingga lunak. Cara yang lebih umum adalah memakai tepung karob dalam adonan atau minuman.

Bagaimana cara memakai tepung karob sebagai pengganti kakao?

Campurkan tepung karob ke dalam kue, bubur, atau minuman hangat seperti kakao bubuk. Rasanya lebih manis dan tidak sepahit kakao, jadi kurangi pemanis resep sedikit demi sedikit; karob tidak memberi rasa cokelat yang persis sama.

Bagaimana cara menyimpan buah karob kering?

Simpan polong atau tepung karob dalam wadah kedap udara di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Pastikan polong benar-benar kering sebelum disimpan agar tidak mudah berjamur.

Apakah biji karob bisa dimakan?

Biji karob sangat keras dan biasanya tidak dimakan utuh. Biji tersebut digiling dan diolah menjadi gom kacang lokus, bahan pengental yang digunakan dalam makanan.

Apa bedanya buah karob dan tepung karob?

Buah karob adalah polongnya, sedangkan tepung karob dibuat dengan mengeringkan dan menggiling daging polong. Tepungnya lebih praktis untuk dicampurkan ke resep, sementara polong utuh perlu dilunakkan atau dipisahkan dagingnya dari biji.

Sumber: CREA (Italy) 008510 · per 100 g · karbohidrat menurut label Uni Eropa, tidak termasuk serat