Puasa intermiten: cara berbeda mengatur waktu makan
Puasa intermiten menetapkan waktu untuk makan dan waktu untuk tidak makan. Cara ini mengubah kapan kamu makan, tetapi makanan dan jumlah yang kamu catat tetap penting.
Apa arti puasa intermiten
Puasa intermiten adalah cara mengatur waktu makan dalam bagian tertentu dari hari atau minggu. Di luar waktu tersebut, kamu tidak makan sehingga jeda antara makan terakhir dan makan berikutnya menjadi lebih panjang. Waktunya bisa berbeda-beda karena pola yang tepat bergantung pada masing-masing orang.

Pendekatan ini berfokus pada pengaturan waktu, bukan mengikuti daftar makanan yang sudah ditentukan. Kamu bisa tetap menyantap makanan yang biasa kamu makan, tetapi pada waktu berbeda, misalnya dengan sarapan lebih siang atau makan malam lebih awal. Cara ini tidak otomatis membuat pola makan seimbang atau mengubah jumlah energi yang terkandung dalam makanan.
Cara puasa intermiten berpadu dengan pencatatan makanan
Tetap catat semua yang kamu makan selama waktu makan, termasuk camilan, saus, dan tambahan kecil lainnya. Jendela makan yang lebih singkat tetap bisa berisi makanan lebih banyak atau lebih sedikit daripada yang kamu butuhkan. Catatanmu membantu melihat apa yang benar-benar berubah, alih-alih menganggap bahwa puasa mengurangi asupanmu secara keseluruhan.

Jangan hanya melihat jumlah harian; perhatikan juga pola makanmu sepanjang hari. Periksa apakah makananmu mengandung sumber protein, serat, dan lemak yang bermanfaat, serta apakah rutinitas tersebut membuatmu merasa kenyang dengan nyaman. Mencatat waktu makan bersama dengan makanan yang kamu konsumsi dapat menunjukkan kapan rasa lapar, kebiasaan, atau kepraktisan memengaruhi pilihanmu.
Memilih rutinitas yang cocok dijalani
Mulailah dengan jadwal yang sudah kamu miliki, alih-alih memaksakan waktu makan yang terasa tidak pas. Pekerjaan, tidur, olahraga, makan bersama keluarga, dan rencana sosial dapat memengaruhi waktu makan yang terasa praktis. Durasi dan waktu dalam sehari untuk makan bergantung pada kebutuhan dan preferensimu.

Rutinitas yang sering membuatmu sulit berkonsentrasi, lemas, atau terus memikirkan makanan mungkin tidak cocok untukmu. Perhatikan juga apakah puasa membuatmu makan terburu-buru atau makan melebihi rasa kenyang yang nyaman setelahnya. Kamu bisa menyesuaikan waktunya atau memutuskan bahwa pola makan teratur lebih cocok untukmu.
Meninjau hal-hal yang kamu rasakan
Bandingkan catatanmu dari waktu ke waktu dengan menggunakan lebih dari satu ukuran keberhasilan. Kamu bisa meninjau rasa lapar, energi, konsentrasi, tidur, kualitas makanan, dan seberapa mudah rencana tersebut dijalani. Berat badan bisa menjadi salah satu data, tetapi perubahan dari hari ke hari tidak menjelaskan gambaran keseluruhan.

Puasa intermiten bukan jalan pintas yang mengesampingkan pilihan makanan, ukuran porsi, atau konsistensi. Anggaplah cara ini sebagai salah satu kemungkinan pola makan dan nilai berdasarkan seberapa baik cara ini mendukung rutinitasmu. Jika puasa menimbulkan kekhawatiran tentang kesejahteraan atau kebutuhan nutrisimu, mintalah panduan dari tenaga kesehatan yang memiliki kualifikasi sesuai.
Baca juga di majalah kami
- Apakah Diet Tinggi Protein Cara Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan?
- Bisakah bacon dan telur menjadi sarapan yang sehat?
- Apakah boba sehat? Cara praktis menilai minumanmu
- Apakah Mentega Buruk untuk Kesehatan? Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mencatatnya
- Apakah jagung bebas gluten? Yang perlu diperiksa sebelum mencatatnya