Majalah

Mengapa Kentang Bisa Menaikkan Gula Darah Lebih Cepat daripada Gula

Kentang tidak mengandung lebih banyak gula daripada gula pasir, tetapi patinya terkadang bisa lebih cepat masuk ke aliran darah sebagai glukosa. Memahami proses pencernaan membantu menjelaskan mengapa perbandingan ini tidak sesederhana kedengarannya.

Pati tersusun dari glukosa

Sebagian besar karbohidrat dalam kentang berupa pati. Pati terdiri dari banyak unit glukosa yang saling terhubung, dan pencernaan memutus ikatan tersebut agar glukosa bisa diserap.

Gula pasir mengandung dua bagian yang lebih kecil: glukosa dan fruktosa. Bagian glukosa masuk ke aliran darah sebagai glukosa, sedangkan bagian fruktosa mengikuti jalur berbeda. Karena itu, gula pasir mungkin menyebabkan kenaikan langsung yang lebih lambat dibandingkan pati kentang yang dicerna dengan cepat.

Cara memasak mengubah kecepatan pencernaan

Panas dan air melunakkan kentang serta membuat patinya lebih mudah dijangkau enzim pencernaan. Menghaluskan kentang juga merusak struktur fisiknya, sehingga karbohidratnya bisa lebih cepat tersedia.

Mendinginkan kentang yang sudah dimasak mengubah sebagian patinya menjadi bentuk yang lebih sulit dicerna. Memanaskannya kembali mungkin mempertahankan sebagian perubahan tersebut, meskipun efeknya bergantung pada jenis kentang, cara memasak, dan pencernaan masing-masing orang.

Perbandingannya bergantung pada porsi

Karbohidrat yang lebih cepat dicerna belum tentu memberikan dampak keseluruhan terbesar. Jumlah yang dimakan juga penting, jadi membandingkan kentang dan gula dengan berat yang sama berbeda dengan membandingkan porsi yang mengandung jumlah karbohidrat sama.

Catatan makananmu bisa membantu membandingkan porsi dan cara memasak yang serupa, alih-alih menganggap semua hidangan kentang sama. Kentang rebus, kentang tumbuk, dan kentang goreng berbeda dalam hal struktur, kandungan air, dan lemak tambahan, sehingga kepadatan karbohidrat dan pencernaannya bisa bervariasi.

Hidangan perlu dilihat secara keseluruhan

Kentang sering disantap bersama protein, lemak, serat, dan makanan lain. Semua ini bisa memperlambat keluarnya hidangan dari lambung dan mengubah pola respons glukosa.

Respons tiap orang juga berbeda bergantung pada aktivitas, waktu makan, tidur, dan makanan lain dalam hidangan. Saat mencatat makanan, tulis cara memasak, porsi, dan lauk pendampingnya agar catatan itu memberi konteks yang lebih berguna daripada sekadar kata “kentang”.

Baca juga di majalah kami