Majalah

Berapa banyak kalori yang terbakar saat tidur?

Tubuhmu terus menggunakan energi sepanjang malam, meski kamu berbaring diam. Panduan ini menjelaskan mengapa jumlahnya berbeda-beda, cara memperkirakannya, dan cara menghindari penghitungan ganda.

Mengapa tidur membakar kalori

Tidur adalah waktu untuk beristirahat, tetapi tubuhmu tidak berhenti bekerja. Tubuh tetap membutuhkan energi untuk bernapas, mengalirkan darah, mengatur suhu, dan memelihara sel. Otakmu juga tetap aktif saat kamu tidur. Kalori yang digunakan untuk tugas-tugas dasar ini merupakan bagian dari kalori yang terbakar saat tidur.

Penggunaan energi ini termasuk kebutuhan saat istirahat, bukan aktivitas tambahan. Kamu akan tetap menggunakan kalori selama waktu yang sama meski beristirahat dengan tenang sambil terjaga. Tidur mungkin sedikit mengubah laju penggunaan energi pada berbagai tahap malam, tetapi jumlahnya tidak sama untuk semua orang.

  • Pernapasan dan sirkulasi darah
  • Menjaga suhu tubuh
  • Aktivitas otak dan sistem saraf
  • Pemeliharaan dan perbaikan sel

Mengapa jumlah kalori tidak sama untuk semua orang

Jumlah kalori yang terbakar saat tidur bergantung pada orangnya dan lamanya tidur. Tubuh yang lebih besar umumnya membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankan fungsinya dibandingkan tubuh yang lebih kecil. Komposisi tubuh, usia, dan metabolisme masing-masing orang juga dapat memengaruhi penggunaan energi saat istirahat.

Lingkungan tidur dan aktivitasmu sebelumnya juga dapat memengaruhi perkiraan. Misalnya, tubuhmu mungkin menggunakan energi secara berbeda setelah hari yang sangat aktif atau saat berada di ruangan yang membuatnya harus bekerja lebih keras agar tetap nyaman. Dalam pencatatan sehari-hari, sulit untuk memisahkan pengaruh-pengaruh ini secara akurat.

  • Ukuran dan komposisi tubuh
  • Usia dan metabolisme masing-masing orang
  • Lama waktu tidur
  • Suhu ruangan dan perlengkapan tidur
  • Aktivitas sebelum tidur

Cara membuat perkiraan kasar

Jika metode pencatatan yang kamu gunakan memberikan perkiraan energi istirahat harian, kamu bisa memakainya untuk membuat perhitungan sederhana selama tidur malam. Bagi angka harian tersebut dengan 24, lalu kalikan hasilnya dengan jumlah jam kamu tidur. Hasilnya adalah perkiraan umum berdasarkan laju penggunaan energi per jam yang dianggap merata. Angka ini bukan pengukuran tepat atas apa yang terjadi sepanjang malam.

Perkiraan energi istirahat didasarkan pada detail pribadi dan rumus umum, sehingga tingkat keakuratannya berbeda-beda. Tidur juga berubah sepanjang malam, sedangkan perhitungan sederhana ini menganggap setiap jam sama. Gunakan hasilnya sebagai perkiraan yang konsisten untuk pencatatan, bukan sebagai angka yang benar-benar akurat.

  • Cari perkiraan energi istirahat harianmu
  • Bagi dengan 24 untuk mendapatkan perkiraan per jam
  • Kalikan dengan jumlah jam kamu tidur
  • Gunakan metode yang sama setiap kali agar hasilnya konsisten

Pembakaran kalori berubah sepanjang malam

Tidur bukanlah keadaan yang selalu sama. Aktivitas otak, pernapasan, detak jantung, dan pengaturan suhu berubah saat kamu melewati berbagai tahap tidur. Karena itu, penggunaan energi bisa sedikit meningkat atau menurun sepanjang malam. Satu perkiraan untuk semalam merangkum perubahan-perubahan ini.

Terbangun sebentar, berganti posisi, atau bangun dari tempat tidur juga menggunakan sedikit energi. Gerakan-gerakan kecil ini berbeda dari energi dasar yang dibutuhkan tubuh untuk tetap tertidur. Kecuali kamu sedang memeriksa catatan aktivitas secara terperinci, biasanya tidak banyak manfaatnya mencoba memisahkan setiap perubahan.

Hindari menghitung kalori tidur dua kali

Sebagian besar target kalori harian sudah mencakup energi istirahat sepanjang siang dan malam. Jika targetmu didasarkan pada total penggunaan energi harian, kalori yang terbakar saat tidur sudah termasuk di dalamnya. Menambahkannya lagi sebagai aktivitas terpisah akan membuat perkiraanmu menghitung energi yang sama dua kali. Hal serupa bisa terjadi saat menggabungkan angka dari berbagai metode pencatatan.

Periksa apakah angka yang kamu gunakan menunjukkan energi istirahat, energi aktif, atau energi total. Energi istirahat mencakup fungsi dasar tubuh, sedangkan energi aktif berasal dari gerakan di luar waktu istirahat. Energi total menggabungkan keduanya. Memahami perbedaan kategori ini akan memudahkanmu menafsirkan catatan makanan dan aktivitas.

  • Periksa apa saja yang sudah termasuk dalam target harianmu
  • Pisahkan energi istirahat dan energi aktif
  • Jangan tambahkan energi selama tidur ke total yang sudah mencakupnya
  • Hindari mencampur perkiraan dari beberapa metode

Pahami perkiraan dalam konteksnya

Kalori yang terbakar saat tidur berguna untuk memahami ke mana energi harianmu digunakan, tetapi biasanya bukan sasaran terpisah yang perlu dimaksimalkan. Berlama-lama di tempat tidur tidak mengubah tidur menjadi sesi olahraga. Manfaat utama perkiraan tidur adalah melengkapi gambaran penggunaan energi sepanjang hari.

Sikapi hasilnya dengan kehati-hatian yang sama seperti angka kalori hasil perhitungan lainnya. Utamakan konsistensi dalam mencatat makanan, istirahat, dan aktivitas daripada bereaksi terhadap perubahan kecil dari hari ke hari. Jika lama tidurmu berubah-ubah, perbarui perkiraan berdasarkan jumlah jam tidur, tetapi pertahankan bagian lain dari metodenya.

  • Catat lama tidur dengan cara yang sama setiap hari
  • Gunakan satu perkiraan energi istirahat secara konsisten
  • Fokus pada pola secara keseluruhan, bukan perbedaan kecil
  • Tinjau kembali metodemu sebelum mengubah target makanan

Kalori yang terbakar

Baca juga di majalah kami