Majalah

Bisakah Perempuan Makan Yogurt Terlalu Banyak?

Tidak ada batas konsumsi yogurt yang cocok untuk semua perempuan. Panduan ini menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam catatan makananmu, mulai dari gula tambahan dan lemak jenuh hingga pencernaan dan variasi makanan.

Yogurt bisa bermanfaat, tetapi lebih banyak tidak selalu lebih baik

Yogurt dapat menyediakan protein, kalsium, dan nutrisi lainnya, sementara yogurt dengan kultur hidup mengandung kultur yang digunakan dalam fermentasi. Yogurt bisa disantap saat sarapan, sebagai camilan atau hidangan penutup, maupun sebagai bahan dalam makanan gurih. Apakah kamu makan terlalu banyak bergantung pada yogurt yang kamu pilih dan makanan lain yang kamu konsumsi.

Jumlah yang banyak bisa kurang bermanfaat jika berulang kali membuat makanan lain tersisih dari pola makan harianmu. Yogurt tidak menyediakan semua yang kamu butuhkan, termasuk beragam serat yang terdapat dalam sayuran, buah, kacang-kacangan, dan serealia utuh. Catatan makananmu bisa menunjukkan apakah yogurt menambah variasi atau justru menggantikannya.

  • Perhatikan seberapa sering yogurt muncul dalam menu makan dan camilanmu
  • Periksa apakah yogurt menggantikan buah, sayuran, kacang-kacangan, atau serealia utuh
  • Amati asupanmu selama beberapa hari, bukan hanya menilai satu kali makan
  • Pertimbangkan rasa lapar, kenyamanan, dan kenikmatan, selain kandungan nutrisinya

Jenis yogurt membuat perbedaan

Yogurt tawar dan yogurt yang diberi banyak pemanis mungkin tampak serupa di mangkuk, tetapi kandungan nutrisinya bisa sangat berbeda. Gula tambahan, lemak jenuh, dan protein bervariasi antarproduk. Perisa, topping, dan ukuran porsi juga bisa membuat camilan sederhana menjadi bagian yang lebih besar dari asupan harianmu.

Baca label untuk mengetahui kandungan per porsi dan per 100 gram, lalu bandingkan produk dengan ukuran yang sama. Angka gula mencakup gula susu alami maupun gula tambahan, jadi periksa juga daftar bahannya. Bahan seperti gula, sirop, madu, atau konsentrat buah bisa menandakan adanya pemanis tambahan.

  • Yogurt tawar dengan buah segar atau beku
  • Yogurt gaya Yunani atau yogurt saring jika kamu ingin pilihan yang lebih kental dan sering kali lebih tinggi protein
  • Yogurt rendah lemak jika lemak jenuh sudah cukup banyak dalam catatan makananmu
  • Yogurt tanpa pemanis untuk saus, cocolan, dan dressing

Perhatikan bahan tambahan yang menyertainya

Terkadang, bahan tambahan lebih berpengaruh daripada yogurt itu sendiri. Granola, sirop, potongan cokelat, dan buah kering dalam jumlah banyak bisa menambah cukup banyak energi dan rasa manis. Kacang dan biji-bijian merupakan tambahan bergizi, tetapi juga padat energi, sehingga jumlahnya tetap perlu diperhatikan.

Jika kamu mencatat kalori atau nutrisi, catat seluruh isi mangkuk, bukan hanya yogurtnya. Jika belum yakin dengan jumlah yang biasanya kamu tambahkan, ukur porsi yang biasa kamu makan satu kali, lalu gunakan pemahaman itu tanpa menjadikan setiap kali makan sebagai hitung-hitungan. Porsi yang tepat bergantung pada nafsu makan, tujuan, dan makanan lain sepanjang harimu.

  • Tambahkan buah segar untuk rasa manis dan serat
  • Gunakan oat agar tekstur sarapan lebih mengenyangkan
  • Tambahkan segenggam kecil kacang atau biji-bijian agar terasa renyah
  • Pilih kayu manis atau vanila untuk menambah rasa tanpa rasa manis berlebih

Perhatikan pencernaan dan kenyamanan

Sebagian perempuan bisa makan yogurt dengan nyaman, sementara yang lain merasakan kembung, banyak gas, kram, atau perubahan kebiasaan buang air besar. Karena melalui fermentasi, yogurt mungkin terasa berbeda dari susu, tetapi toleransi setiap orang tetap beragam. Porsi yang sangat besar juga bisa terasa tidak nyaman meskipun porsi yang lebih kecil tidak menimbulkan masalah.

Gunakan catatan makananmu untuk mencatat jenis, jumlah, dan waktu konsumsi, serta gejala yang muncul. Ubah satu hal pada satu waktu, misalnya mencoba porsi lebih kecil atau yogurt tawar, agar polanya lebih mudah dipahami. Jika gejalanya menetap, parah, atau mengkhawatirkan, mintalah saran dari tenaga kesehatan yang sesuai.

  • Catat jenis yogurt dan bahan-bahan utamanya
  • Catat perkiraan porsinya
  • Tuliskan kapan rasa tidak nyaman mulai muncul
  • Bandingkan makanan serupa pada hari yang berbeda

Tidak ada satu batas konsumsi yogurt yang berlaku untuk semua perempuan

Kebutuhan nutrisi dan nafsu makan berbeda-beda bergantung pada ukuran tubuh, aktivitas, usia, dan tahap kehidupan. Sebagian perempuan mengonsumsi yogurt sebagai sumber protein dan kalsium yang praktis, sementara yang lain mendapatkan nutrisi tersebut dari makanan lain. Tidak ada batas maksimum harian yang bermakna dan bisa diterapkan kepada semua perempuan.

Kalsium penting, tetapi yogurt tidak harus menjadi satu-satunya sumbernya. Susu, keju, tahu yang dibuat dengan kalsium, produk alternatif yang difortifikasi, dan beberapa sayuran berdaun hijau juga bisa menyumbang kalsium. Jika memilih yogurt nabati, periksa apakah kalsium, protein, yodium, dan vitamin telah ditambahkan karena kandungan produk sangat beragam.

  • Bandingkan kandungan protein pada yogurt berbahan susu dan nabati
  • Periksa apakah pilihan nabati telah difortifikasi dengan kalsium
  • Perhatikan gula tambahan pada varian berperisa
  • Sertakan beragam sumber nutrisi sepanjang minggu

Cara menilai asupanmu sendiri

Mulailah dengan memahami alasan kamu makan yogurt. Mungkin karena lapar, praktis, rasanya enak, kandungan proteinnya, kalsiumnya, atau sekadar kebiasaan. Tak satu pun dari alasan ini otomatis menjadi masalah, tetapi memahaminya bisa membantumu memutuskan apakah jumlahnya masih sesuai untukmu.

Tinjau catatan selama beberapa hari dan cari keseimbangan, bukan angka yang sempurna. Jika yogurt sesuai dengan kebutuhan energimu, terasa nyaman, dan tetap menyisakan ruang untuk beragam makanan, kemungkinan besar konsumsinya tidak berlebihan hanya karena kamu rutin memakannya. Jika yogurt mendominasi makananmu, menyumbang gula tambahan atau lemak jenuh lebih banyak dari yang kamu inginkan, atau menyebabkan rasa tidak nyaman, sesuaikan jenis, porsi, atau frekuensinya.

  • Tetap konsumsi jika mendukung pola makan yang seimbang dan beragam
  • Kurangi porsinya jika membuat makanan lain tersisih
  • Ganti jenisnya jika gula atau lemak jenuh menjadi perhatian utamamu
  • Variasikan camilan dan sarapan untuk memperluas asupan nutrisimu

Baca juga di majalah kami