Informasi gizi

Per 100 g% AKG
  • Kalori 409 kcal —
  • Protein 26 g 52%
  • Karbohidrat 1,8 g 1%
  • Lemak 33 g 42%
  • Serat 0 g 0%
  • Gula 1,8 g —

Kalori per porsi

PorsiBeratKaloriProteinKarboLemak
100 g100 g40926 g1,8 g33 g
50 g50 g20513 g0,9 g17 g
150 g150 g61439 g2,7 g50 g
200 g200 g81852 g3,6 g66 g
250 g250 g102365 g4,5 g83 g

Pertanyaan tentang Keju pecorino romano

Keju pecorino romano cocok untuk masakan apa?

Parut keju ini di atas pasta seperti cacio e pepe, amatriciana, dan carbonara, atau taburkan pada sup dan sayuran panggang. Rasanya yang tajam dan asin membuat sedikit saja sudah terasa.

Bagaimana cara mencampurkan pecorino romano ke pasta agar tidak menggumpal?

Parut halus, lalu campurkan setelah wajan diangkat dari api. Tuangkan sedikit demi sedikit air rebusan pasta sambil diaduk sampai keju membentuk saus lembut; panas berlebih dapat membuatnya menggumpal.

Apa pengganti pecorino romano jika tidak ada?

Keju pecorino keras dari susu domba paling mendekati rasa dan teksturnya. Parmigiano Reggiano juga bisa diparut untuk pasta, tetapi rasanya lebih lembut dan kurang asin.

Bagaimana cara menyimpan pecorino romano setelah dibuka?

Bungkus potongannya dengan kertas roti atau kertas lilin, lalu masukkan ke wadah tertutup di lemari es. Parut hanya sebanyak yang akan dipakai agar sisanya tidak cepat kering.

Bagaimana memilih pecorino romano untuk diparut?

Pilih potongan yang keras dan padat, tanpa bagian berlendir atau bau menyimpang. Untuk taburan pasta, keju yang sudah tua dan mudah diparut memberi rasa lebih kuat; minta potongan utuh agar aromanya lebih terjaga daripada keju parut.

Apa arti nama pecorino romano?

Pecorino berasal dari kata Italia pecora, yang berarti domba, karena keju ini dibuat dari susu domba. Romano merujuk pada gaya keju yang terkait dengan Roma.

Sumber: CREA (Italy) 166060 · per 100 g · karbohidrat menurut label Uni Eropa, tidak termasuk serat