Mi Shirataki: Apa Itu dan Di Mana Menemukannya
Mi shirataki adalah mi bening yang terutama terbuat dari serat konjak dan air. Teksturnya yang tidak biasa, kandungan energinya yang rendah, dan letaknya yang berbeda-beda di supermarket bisa membuatmu bingung pada awalnya.
Apa itu mi shirataki
Mi shirataki terbuat dari konjak, tanaman yang akarnya diolah menjadi serat larut bernama glukomanan. Sebagian besar mi yang sudah jadi terdiri dari air, sehingga teksturnya licin dan kenyal, sangat berbeda dari mi gandum atau mi beras.

Mi ini terkadang dijual dengan nama mi konjak, dan beberapa jenisnya mengandung bahan tambahan seperti tahu atau pewarna nabati. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi tekstur dan nilai gizinya, jadi perhatikan nama dan keterangan pada kemasan, alih-alih menganggap semua produk sama.
Cara mencatatnya dalam pelacakan makanan
Karena mengandung banyak air dan serat, mi shirataki umumnya memberikan energi lebih sedikit daripada mi kering tradisional. Jumlah pastinya bergantung pada resep, ukuran porsi, dan aturan pelabelan setempat, jadi catat angka yang tertera pada kemasan produk yang kamu gunakan.

Periksa apakah informasi gizi yang tercantum berlaku untuk produk yang sudah ditiriskan atau untuk mi beserta cairan kemasannya. Menimbang porsi setelah ditiriskan juga dapat membantu jika sesuai dengan petunjuk pada label. Setelah itu, catat saus, minyak, dan topping secara terpisah.
Di mana menemukannya
Supermarket besar mungkin menyediakan mi shirataki di lorong produk internasional, dekat mi bergaya Asia lainnya, atau di bagian makanan khusus. Beberapa jenis bisa disimpan di suhu ruang, sementara jenis lainnya ada di bagian berpendingin, dekat tahu dan mi segar.

Toko bahan makanan Asia dan toko bahan makanan daring juga sering menjualnya. Mencari dengan kata mi konjak selain mi shirataki bisa memunculkan lebih banyak pilihan, tetapi periksa apakah bentuk, bahan tambahan, dan petunjuk penyimpanannya sesuai dengan yang ingin kamu catat.
Yang perlu diketahui saat menyiapkannya
Mi shirataki biasanya dikemas rapat dalam cairan yang mungkin berbau cukup kuat saat kemasannya dibuka. Meniriskan dan membilasnya hingga bersih dapat membantu menghilangkan bau tersebut, dan kemasan mungkin menyarankan untuk merebus atau memanaskannya di wajan tanpa minyak sebelum digunakan.

Teksturnya tetap lebih padat dan sedikit kenyal daripada pasta, bahkan setelah dipanaskan. Mi ini tidak menyerap rasa dengan cara yang sama seperti mi gandum, jadi cara menyiapkan dan bahan pendampingnya dapat sangat memengaruhi hasil akhir hidangan.