Apakah espresso buruk untuk kesehatan? Hal yang perlu diperhatikan saat mencatatnya
Espresso pekat, tetapi satu sajian kecil mungkin mengandung lebih sedikit kafein daripada kopi dengan ukuran jauh lebih besar. Panduan ini menjelaskan hal yang perlu kamu catat, pentingnya respons tubuhmu, dan kapan perubahan kecil mungkin membantu.
Espresso pekat, tetapi tidak otomatis berbahaya
Espresso dibuat dengan mengalirkan air panas melalui bubuk kopi yang digiling halus. Rasanya kuat karena senyawa di dalamnya terkonsentrasi dalam sajian kecil, tetapi kuatnya rasa tidak menunjukkan jumlah kafein secara pasti. Jumlahnya bervariasi bergantung pada biji kopi, tingkat gilingan, cara penyajian, dan ukuran sajian.

Apakah espresso cocok untukmu sebagian bergantung pada jumlah kafein yang kamu konsumsi sepanjang hari. Teh, kopi, cokelat, dan beberapa minuman ringan juga bisa menambah jumlah tersebut. Melihat pola konsumsi secara keseluruhan lebih berguna daripada menilai satu cangkir saja.
- Catat jumlah dan perkiraan ukuran sajian espresso.
- Sertakan minuman dan makanan lain yang mengandung kafein.
- Catat apakah kopinya berkafein biasa, berkafein setengah, atau tanpa kafein.
- Catat waktunya, bukan hanya minumannya.
Espresso dan kafein bukan ukuran yang sama
Per tegukan, kafein dalam espresso lebih pekat daripada dalam banyak minuman kopi lainnya. Namun, espresso biasanya disajikan dalam jumlah lebih kecil, sedangkan secangkir besar kopi seduh mengandung jauh lebih banyak cairan. Bergantung pada ukuran dan cara penyajiannya, salah satu dari kedua jenis minuman itu bisa saja memberikan lebih banyak kafein.

Label satu atau dua shot berguna, tetapi tidak menunjukkan jumlah kafein secara pasti. Kedai kopi dan metode penyeduhan rumahan menggunakan jumlah bubuk kopi yang berbeda, dan kandungan kafein biji kopi juga bervariasi secara alami. Jika pembuatnya menyediakan informasi yang akurat, tambahkan ke catatanmu alih-alih mengandalkan rasa atau ukuran cangkir.
- Periksa apakah minumanmu berisi satu shot espresso atau lebih.
- Jangan berasumsi bahwa kopi sangrai gelap selalu mengandung lebih banyak kafein.
- Anggap angka kandungan kafein sebagai perkiraan, kecuali pembuatnya memberikan informasi pasti.
- Bandingkan minuman berdasarkan jumlah sajian total, bukan hanya kepekatan.
Perhatikan apa yang kamu rasakan
Kafein memengaruhi setiap orang secara berbeda. Jumlah yang terasa nyaman pada suatu hari mungkin terasa kurang nyaman saat kamu lelah, stres, lapar, atau meminumnya dengan cepat. Kebiasaan konsumsi juga dapat memengaruhi seberapa terasa efeknya.

Tanda bahwa espresso kurang cocok diminum saat itu antara lain merasa gelisah, gemetar, atau jauh lebih waspada dari biasanya. Beberapa orang juga merasakan perut tidak nyaman atau jantung berdebar. Catatan singkat di samping catatan makananmu dapat membantu mengaitkan pengalaman ini dengan jumlah dan waktu konsumsi.
Satu kali mengalami efek yang tidak nyaman bukan berarti espresso selalu pilihan yang buruk. Carilah pola yang berulang selama beberapa hari biasa. Jika efeknya terus berlanjut atau mengkhawatirkan, mintalah saran khusus dari tenaga kesehatan yang berkualifikasi.
- Catat energi dan konsentrasimu sebelum dan sesudah minum espresso.
- Catat rasa gelisah, gemetar, atau perut tidak nyaman.
- Pertimbangkan apakah kamu baru saja makan.
- Cari pola, alih-alih menilai dari satu kejadian.
Waktu minum bisa lebih berpengaruh daripada minumannya
Efek kafein dapat terasa selama berjam-jam, meskipun durasinya berbeda pada setiap orang. Espresso yang diminum lebih sore atau malam dapat membuatmu lebih sulit merasa tenang atau membuat tidur terasa kurang menyegarkan. Ini bisa terjadi sekalipun kamu tidak merasa kesulitan untuk tertidur.

Jika tidurmu terganggu, cobalah minum sajian terakhir yang mengandung kafein lebih awal, sambil menjaga rutinitas lainnya tetap sama. Kamu juga bisa memilih sajian lebih kecil, kopi dengan setengah kadar kafein, atau espresso tanpa kafein di waktu yang lebih malam. Kopi tanpa kafein masih dapat mengandung sedikit kafein, jadi mungkin tetap perlu kamu catat jika kamu sangat sensitif.
Hindari mengubah beberapa kebiasaan sekaligus saat mengamati pola. Penyesuaian kecil yang konsisten akan memudahkanmu memahami hasilnya. Waktu terakhir yang tepat untuk minum kopi bergantung pada respons tubuh dan jadwal harianmu.
- Catat waktu terakhir kamu minum minuman berkafein.
- Tambahkan catatan singkat tentang seberapa mudah kamu merasa tenang pada malam hari.
- Coba minum sajian terakhir lebih awal selama beberapa hari.
- Bandingkan pilihan kopi berkafein biasa, berkafein setengah, dan tanpa kafein.
Bahan tambahan mengubah kandungan gizinya
Espresso tanpa tambahan hanya menyumbang sedikit energi dibandingkan minuman yang diberi banyak susu, krim, gula, atau sirop berperisa. Jumlah pastinya bergantung pada bahan dan porsinya. Jika kamu mencatat energi atau zat gizi, catat bahan tambahannya secara terpisah, alih-alih menganggap semua minuman espresso sama.
Susu dapat menambah protein dan zat gizi lainnya, sedangkan gula dan sirop terutama mengubah rasa manis dan kandungan karbohidrat. Itu tidak berarti minuman espresso otomatis baik atau buruk. Artinya, minuman secara keseluruhan lebih penting daripada kopi sebagai dasarnya saja.
Resep dapat sangat berbeda antara satu kafe dan kafe lainnya, begitu pula dengan versi buatan rumah. Jika informasinya tidak tersedia, pilih entri yang paling mendekati di aplikasi pencatatmu dan catat ukuran sajiannya. Memperkirakan dengan cara yang konsisten sering kali lebih berguna daripada mengejar ketepatan semu.
- Jika memungkinkan, catat espresso, susu, dan pemanis sebagai bahan terpisah.
- Sesekali ukur bahan tambahan yang kamu tuangkan di rumah untuk mengetahui takaran biasanya.
- Pilih resep yang paling mendekati jika informasi pasti tidak tersedia.
- Ingat bahwa topping dan sirop juga merupakan bagian dari minuman.
Panduan praktis untuk catatan makananmu
Espresso pada dasarnya tidak buruk untuk kesehatan. Pertanyaan yang lebih berguna adalah berapa banyak kafein yang kamu konsumsi secara keseluruhan, kapan kamu meminumnya, apa yang kamu tambahkan, dan bagaimana respons tubuhmu. Catatan makananmu dapat mencatat keempat hal ini tanpa menjadikan kopi sebagai pilihan yang hanya dinilai baik atau buruk.
Mulailah dengan rutinitasmu yang biasa, bukan langsung mengubahnya. Catat sajian espresso, perkiraan kafein jika diketahui, bahan tambahan, waktu minum, dan efek yang kamu rasakan. Setelah beberapa hari yang mewakili kebiasaanmu, tinjau polanya dan lakukan satu penyesuaian hanya jika ada alasan yang jelas.
Kamu mungkin mendapati bahwa kebiasaanmu saat ini terasa cocok, atau bahwa minuman yang diminum lebih awal, berukuran lebih kecil, atau mengandung lebih sedikit kafein terasa lebih baik. Tidak ada satu angka ideal yang berlaku untuk semua orang. Toleransi pribadi, metode penyajian, dan pola makanmu secara keseluruhan turut menentukan jawabannya.
- Ukuran sajian dan metode penyajian
- Perkiraan kafein, jika tersedia
- Susu, gula, sirop, atau krim
- Waktu minum
- Tidur dan efek lain yang kamu rasakan